Seperti dilaporkan The Telegraph, Selasa (19/1/2016), alasan Marco Doria, sang walikota, membuat aturan itu karena ingin mengurangi tingkat polusi. Namun, alasan ini tak bisa diterima para pengguna Vespa di kota itu yang berjumlah sekitar 20.000 orang.
Protes pun mereka layangkan, salah satunya melalui media sosial. Dengan tagar #handsoffmyvespa atau 'Jangan Sentuh Vespa Saya', suara protes itu telah menjadi viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tidak boleh terjadi pada tahun 2016 ini, karena (tahun ini) peringatan 70 tahun kelahiran Vespa (yang dibuat pabrikan) lokal Genoa oleh Enrico Piaggio," tutur Vittorio Vernazzano dari Vespa Club of Genoa, kepada koran lokal, Corriere della Sera.
"Lahir di Genoa, mati di Genoa." Begitulah, suara-suara keras yang dilontarkan para pemilik Vespa. Mereka tak hanya pemilik Vespa tua, tetapi juga Vespa baru.
Memang, beleid yang diteken pada Desember lalu itu pelaksanaannya ditunda hingga April, untuk memberikan waktu bagi pemilik Vespa yang masuk kategori terlarang mencari kendaraan alternatif. Awalnya, larangan melintas bagi Vespa tua pada jam 7:00 hingga 19.00Β dari Senin hingga Jumat itu akan berlaku mulai Februari nanti.
Kota yang berada di bagian Timur Laut wilayah Italia itu saat ini memang menghadapi persoalan pelik.Β Kabut asap musim dingin, persoalan akibat dari cuaca kering, hangat dan berangin, yang silih berganti ditambah asap kendaraan bermotorΒ dirasa menjadi masalah yang harus segera dicari solusinya. (arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan