Menyinggung desain, motor ini dianggap sebagai bentuk transformasi dari tiga motor.
"Jadi ini penyempurnaan dari 3 motor Yamaha. X-ride, Xeon sama V-Ixion. Belakangnya mirip-mirip V-Ixion. Harga worth it lah. Pas lah di kelas matic 125," ujarn Faisal Ramdhan, perwakilan YRFI Nasional yang juga perwakilan komunitas Xeoners Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Handling-nya mantap banget. Saya biasa pakai motor lain selain ini, pas nikung di rintangan cone, pasti kalau enggak turun kaki, cone-nya ada yang jatuh. Ini enggak. Terus pas tikungan, saya sliding, enggak ada masalah sih. Tetap aja dia ngejalur," kata Faisal kepada detikOto.
Mungkin, lanjut Faisal, ban belakang yang berukuran besar membuat handling motor ini stabil. Maklum, Aerox 125LC menggunakan ban belakang berukuran 100/70-14.
"Tadi di tikungan bejek aja," katanya.
Soal performa, dia menyebut tak jauh berbeda dengan Yamaha Xeon RC yang digunakannya. Hanya bodi dan handling yang berbeda.
"Dibandingin Xeon, kalau dilihat sih sama, ini mesin sama, pas dilihat knalpot masih pakai punya Xeon. Terus di mesinnya ada kodenya Xeon juga, ini sih satu DNA Xeon. Terus tadi cek sasis kalau dilihat dari STNK sih dia kodenya MH3, tadi dilihat MH3 juga. Semua DNA Xeon, mungkin bodinya aja yang beda," ujar Faisal (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!