Alasannya, Yamaha menyebut Aerox mengakar kuat dalam racing custom culture yang dibangun lebih dulu di Eropa. Jika sebelumnya tren modifikasi banyak menggunakan Yamaha NMAX, Yamaha percaya, penggemar modif bisa menjadi pilihan baru.
Head of Automatic Standard & Premium Brand PT YIMM, Radityo Andi Dharma menyebut, di Eropa Yamaha Aerox pun banyak digunakan untuk dimodifikasi. Di Indonesia pun bisa dijadikan modifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor-motor itu dimodifikasi oleh modifikator Susanto "Yayank" Gunawan dari bengkel 909 Hot Matic Bandung. Livery-nya tampil seperti motor-motor balap Yamaha dan kental dengan DNA motorsport, cocok dengan karakter racing style Aerox 125 LC.
Yayank mengatakan, modifikasi Aerox 125 LC bakal jadi tren. Sebab, motor ini modern perkotaan jenis baru, bisa diubah jadi banyak gaya.
"Bakal berkembang di kalangan hobi modifikasi pecinta racing look. Kalau di Indonesia pecinta modif menyukai performa, sedangkan di Eropa menyukai racing look yang bagus dan performa," kata Yayank.
Tak hanya itu, Radit mengatakan, Yamaha Aerox 125 LC juga digunakan sebagai motor paddock resmi di tim Yamaha Racing Indonesia Team.
"Jadi nanti Anda juga bisa melihat Aerox digunakan sebagai paddock bike oleh Yamaha Indonesia Racing Team," kata Radit.
Di Eropa, Aerox terkenal dengan performa yang lincah meski hanya bermesin 50cc. Tak sedikit yang menggunakan motor ini untuk aksi stunt.
"Karena performa lincah, Banyak stunt riding juga di Eropa pakai Aerox," kata Radit. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!