Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman mengatakan, secara total market, penjualan sepeda motor di Indonesia turun 17,7 persen dari semua merek motor. Namun, penurunan Honda hanya 11,8 persen.
"Market domestik 2015 itu 6.477.000. Hondanya sendiri 4.453.000," sebut Loman usai peluncuran New Honda BeAT Pop eSP di Kemang, Jakarta, Rabu (13/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya ekonomi kan kita lihat belum pasti. Kita setnya sama dulu. Bahwa nanti semester dua berkembang atau apa itu masalah lain," sebut Indra ditemui di kesempatan yang sama.
Menurutnya, segmen skuter matik (skutik) masih menyumbang penjualan tertinggi. Honda BeAT menjadi model terlaris untuk AHM.
"Masih AT (skutik) paling banyak. Dan masih BeAT yang paling banyak. Kalau metik itu sekitar 70-an persen," sebut Indra.
Menurut Loman, skuter akan tetap menjadi segmen paling besar seperti saat ini. Sekitar 75-76 persen kontribusi penjualan ada di skuter matik.
"Sisanya 13 persen sport, sisanya bebek. Ke depannya tidak akan berubah dari angka-angka ini. Karena skuter ini praktis dikendarai, juga lifestyle-nya lebih bagis. Dan dulu orang khawatir skuter itu tidak irit. Dari teknologi saat ini, skuter senditi pun sudah irit," kata Loman.
Bahkan, Indra mengatakan, penjualan skutik yang booming tidak hanya terjadi di tahun ini. Tahun-tahun mendatang pun suktik akan tetap digemari.
"Kalau saya bilang bukan tahun ini aja. Ke depannya pasti AT akan terus booming. Udah habbit lah," ujar Indra. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS