Triumph Yakin Pengguna Moge Tidak Permasalahkan Penggolongan SIM C

Triumph Yakin Pengguna Moge Tidak Permasalahkan Penggolongan SIM C

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 11 Jan 2016 17:33 WIB
Triumph Yakin Pengguna Moge Tidak Permasalahkan Penggolongan SIM C
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Triumph Indonesia memasarkan motor diatas 500 cc di Indonesia. Dengan adanya wacana penggolongan SIM C untuk pengendara motor, Triumph yakin hal ini tidak menjadi masalah untuk pengendara Triumph.

"Tidak sama sekali, karena ini kan bukan mempersulit," ujar Managing Director PT Triumph Motorcycles Indonesia Paulus Bambang Suranto, kepada detikOto, Senin (11/1/2016).

"Selain itu memang banyak pengendara moge yang memiliki skill yang sesuai (dengan kapasitas mesin bongsor yang dimilikinya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga, lanjut Paulus. Para pemilik moge cukup meningkatkan SIM C mereka saja, begitu kepolisian memastikan klasifikasi SIM C.

"Jadi tidak ada masalah, ini hanya untuk memfasilitasi saja. Ya memang tentu ini ada proses yang dilakukan untuk administrasi, tapi semuanya dibuat untuk lebih bagus. Dan kalau memang ada pengendara moge yang kurang berskill, bisa belajar safety riding lagi," tambahnya.

Ide pengklasifikasian SIM C ini masih sebatas wacana. Soal pembagian SIM C berdasarkan, besar silinder motor masih merupakan pembahasan internal.

Namun menurut Kakorlantas Polri Irjen Condro Kirono, Senin (11/1/2016) dalam jumpa pers di Jl MT Haryono menyampaikan bahwa hal ini masih dikembangkan secara simultan.

"Internal saya untuk menyiapkan sarana prasarana bagi pengguna moge," jelas Condro.

"Kompetensi untuk para pengguna moge itu lebih benar-benar diperhatikan. Cara mereka belok itu kan beda dengan para pengendara motor bebek," tambah dia.

Dalam mengubah aturan SIM C itu, bila benar dilaksanakan, akan ada pengubahan Perkap atau peraturan Kapolri. Pengubahan ini tidak bertentangan dengan UU DLLAJR.

"Pembahasan sudah dibahas dari pertengahan 2015. Paling cepat itu 2017, tapi kan kita masih melakukan pendalaman. Paling cepat itu belum pasti, bisa mundur," urai dia.

"Jenis-jenis cc kendaraan sudah sampai 1700, karakteristik pengendalian juga berbeda. Sehingga diperlukan keterampilan bagi pengendara yang ingin mengendalikan kendaraan tersebut," tutup dia lagi. (lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads