Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan yang terjadi di provinsi Jawa Barat cukup tinggi yakni sebesar 3.710 kecelakaan pada triwulan terakhir 2015. Rata-rata kecelakaan menimpa pada usia di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ditlantas Jawa Barat mencatat sebanyak 1.700 kecelakaan yang terjadi pada pelajar dan menyebabkan korban meninggal dunia.
Untuk menekan angka kecelakaan serta kematian pada pelajar di bawah umur berkendara, Ditlantas Jawa Barat menerapkan program Kampung Keselamatan Berlalu Lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk anak berusia Sekolah Dasar (SD) mulai kelas 1 hingga 6, digelar program Polisi Cilik yang akan dikompetisikan. Pemenang Polisi Cilik nantinya mendapat kesempatan untuk tampil di Trans Studio dan dapat bermain tanpa dipungut biaya.
"Kecelakaan tanpa SIM tinggi di kendaraan roda dua khususnya di kalangan pelajar. Sekitar 1.700-an kecelakaan tahun lalu terjadi rata-rata menimpa pelajar mulai SMP kelas 1. Rata-rata korban fatal meninggal dunia. Fenomena ini banyak terjadi di daerah khususnya Pantura. Di kota besar seperti Cirebon dan Bandung malah kurang," ujar Kasubdit Dityasa Ditlantas Jawa Barat, AKBP Muhammad Tora di Bandung.
"Untuk di daerah transportasi tidak banyak. Akhirnya banyak yang menggunakan kendaraan orangtua dan orangtua juga mengizinkan. Untuk menghadapi fenomena ini, kita buat di tingkat desa program kampung keselamatan berlalu lintas untuk jenjang SMP keatas. Sedangkan untuk SD kita buat polisi cilik tingkat desa, nanti akan dilombakan dan final di Trans Studio. Mereka akan tampil disana selama beberapa bulan," lanjutnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya