"Ya kami memahami dan mengetahui persis kondisi pasar Indonesia sepeda motor di Indonesia saat ini tengah lesu. Tetapi kelesuan ini saya kira bukan semata-mata karena fundamental Indonesia yang lemah. (Kondisi) ini juga tidak lepas dari kondisi global yang sedang lesu juga," tutur Business Unit Moto, Asia Pacific Marketing Manager Pirelli Asia Pte Ltd, Enrico Maria d'Aloja.
"Kalau kami melihatnya dari berbagai sudut sehingga kesimpulannya, industri yang ada saat ini harus mampu mendorong Indonesia sebagai ekportir. Sebagai produsen untuk pasar global, kalau hanya sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar saja, kalau terjadi bubble, maka terpuruknya pasar akan parah," papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau pasar lokal lesu, produk masih terserap pasar luar negeri. Artinya,industri kuat dan denyut ekonomi nasional juga masih kuat," ujarnya.
Kolaborasi antara pabrikan ban dengan industri sepeda motor di Indonesia untuk ekspor peluangnya sangat besar. Soalnya, tak sedikit pabrikan motor yang membuat produknya di Indonesia juga telah melakukan ekspor.
Hanya, kata Sigit, kinerja ekspor tersebut juga harus dipacu oleh kebijakan pemerintah. Sejumlah regulasi yang menjadi kendala harus dihilangkan. Sementara, pada saat akan berinvestasi atau menambah jumlah investasi, pabrikan juga harus diminta komitmennya untuk melakukan ekspor.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih