Kepala Program Jurusan Teknik Kendaraan Ringan sekaligus pembimbing dua karya tersebut, Slamet Rahayu menjelaskan, baru terwujudnya dua karya itu karena terdapat beberapa kendala. Salah satunya dalam hal fasilitas.
Alhasil baru pada 2012 motor ATV hasil karya siswa SMK Angkasa Bandung terwujud. Menyusul 3 tahun kemudian tepatnya pada tahun ini, prototype mobil Jeep ikut diwujudkan berkat kerja tim siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat penerimaan (2008) lalu ada masalah pada fasilitas. Baru pada 2012 kami berhasil membuat ATV. Untuk prototype Jeep sendiri pada 2015 selesai dibuat dengan dana sharing antara yayasan dengan pihak sekolah," ujar Slamet Rahayu di SMK Angkasa Bandung, Selasa (13/10/2015).
Kesulitan yang dirasakan oleh tim dalam membuat prototype Jeep saat membuat dudukan yang tepat untuk diaplikasikan.
Slamet berkata, kesulitan lebih mengarah pada keseimbangan. "Kalau kita buat dudukan yang salah kita terus ulangi sampai tepat sesuai dengan rancangan," katanya.
Suku cadang yang digunakan untuk motor ATV merupakan murni rakitan para siswa mulai dari kaki-kaki serta kerangka. Sedangkan suku cadang yang digunakan dalam perakitan prototype mobil Jeep menggunakan beberapa merek mobil. Namun kerangka mobil adalah hasil rakitan siswa.
"Kalau perakitan Jeep spare part lebih banyak mengadopsi dari berbagai merek mobil. Tapi kerangka murni buatan siswa. Sedangkan ATV spare part seperti kaki-kaki dan kerangka mobil merupakan karya siswa," ungkapnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?