Rayakan HUT ke-70 RI, Ribuan Motor Kuno Kumpul di Yogya

Rayakan HUT ke-70 RI, Ribuan Motor Kuno Kumpul di Yogya

Edzan Raharjo - detikOto
Sabtu, 15 Agu 2015 09:21 WIB
Rayakan HUT ke-70 RI, Ribuan Motor Kuno Kumpul di Yogya
Yogyakarta - Pecinta motor kuno itu dalam tanda kutip adalah orang-orang gila. Bayangkan motor-motor dari jaman perang sampai sekarang masih terawat baik dan masih sanggup diajak jalan antar pulau.

Merayakan HUT ke-70 Republik Inodnesia, ribuan pecinta motor antik atau motor-motor kuno dari seluruh Indonesia berkumpul di Yogya. Mereka menggelar berbagai kegiatan yang dipusatkan di Graha Wanabakti Yasa dan parkir timur GOR Amongrogo Yogyakarta tanggal 14-15 Agustus 2015.

Kegiatan para pecinta motor kuno dan unik ini dinamai Jogja Antiq Day dengan tagline Nyawijining Karyo Budoyo Lan Motor Tuwo (meleburnya karya budaya dan motor tua). Mereka ingin menunjukan bahwa para pecinta motor kuno ini tidak pernah melupakan karya dan budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor-motor kuno dengan bentuknya yang antik ini dibuat mulai dari tahun 1920 sampai tahun 1968.

Ketua Panitia Ardi Candranata mengatakan kegiatan lebih ke pendekatan budaya dengan digabungkan ke pameran motor tua. Total yang mengikuti kegiatan ada 2000an motor kuno. Pada pameran motor-motor tua ini juga terdapat pameran karya patung, kriya dan lukis.

Selain pameran juga digelar acara panggung hiburan dan juga kirab budaya prajurit serta gunungan jajan pada hari Sabtu (15/8/2015).

"Pecinta motor kuno ini memang dalam tanda kutip orang gila. Ada yang dari Lampung, Sulawesi, Samarinda, Bali kesini dengan menaiki motor kunonya. Kami ingin masyarakat lebih mengenal, bahwa kami bermain motor tua iu tertib, tidak lupa pada akar budaya," kata Ardi Candranata di Graha Wanabakti Yasa Yogyakarta, Jumat (14/8/2015).

Motor-motor yang dipamerkan mulai dari tahun 1920 sampai 1960an. Rata-rata motor tersebut buatan Eropa dan Amerika. Banyak motor-motor yang tidak lepas dari sejarah perjalanan bangsa karena ada motor-motor yang pernah digunakan pada zaman perang kemerdekaan.

Salah satu pengunjung pameran, Tri Mukti Yuliana (22) terlihat asyik memotret motor-motor kuno tersebut. Motor-motor kuno itu begitu klasik dan seperti menunjukkan karakter pemiliknya. "Karena klasiknya itu, kayak mahal banget," katanya.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads