Moge Honda Ditarik di Luar Negeri, Berpengaruh ke Indonesia?

Moge Honda Ditarik di Luar Negeri, Berpengaruh ke Indonesia?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 06 Agu 2015 14:06 WIB
Moge Honda Ditarik di Luar Negeri, Berpengaruh ke Indonesia?
Jakarta - Beberapa waktu lalu Honda menarik 33 model motor gede (moge) akibat saklar starter relay yang bermasalah. Beberapa di antara ke-33 model moge itu sudah dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia.

Executive Vice President Director Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman mengatakan, moge Honda yang dipasarkan di Indonesia tidak terkena dampak penarikan itu. Sebab, sebelum pindah ke tangan konsumen, pihaknya sudah melakukan pengecean.

"Moge itu kan baru dipasarkan. Sudah kita cek. Kalau memang perlu recall kita recall. Kalau ada pembeli yang baru order, lalu kena recall pasti sudah diberesin dulu," ujar Loman di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan, dari deretan moge Honda yang ditarik itu, kebanyakan belum dikirim ke konsumen. Jadi, jika yang dipesan konsumen harus ditarik, maka pihaknya akan mengeceknya sebelum dikirim ke konsumen.

"Kebetulan kita belum ada yang di tangan konsumen. Kemarin kan baru sebagian yang diorder. Yang sudah di tangan konsumen itu yang CB500. Tapi yang sudah di sini sudah dicek semuanya engga ada yang kena recall," tegasnya.

Untuk diketahui, empat dari 33 model moge yang ditarik baru saja diboyong ke Indonesia oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Keempatnya adalah NM4 Vultus, CBR650F, CB500F, CB500X.

Namun, dari 33 jenis moge yang ditarik, model tahun 2016 (yang diproduksi tahun 2015) hanya NM4 Vultus. Artinya, 32 moge lain yang terkena dampak adalah model tahun 2014 dan 2015.

Karena berisiko, konsumen pemilik moge Honda tersebut disarankan untuk menghubungi diler Honda. Pihak Honda akan memeriksa saklar starter relay dan menggantinya jika diperlukan.

Masalahnya, saat perakitan saklar starter relay, kemungkinan ada seal yang dipasang dengan tidak benar. Dalam kasus tertentu, hal itu bisa menyebabkan peningkatan resistensi di sekering utama motor sehingga terdapat gangguan arus antara baterai dan sistem listrik.

Jika aliran arus berhenti, motor tidak bisa distarter lagi. Atau, kalau motor dalam kondisi berjalan, mesin bisa stall sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Honda tidak mengesampingkan kemungkinan terbakarnya saklar starter relay karena sekering utama motor dalam kondisi tidak normal. Untungnya, sampai saat ini belum ada insiden kecelakaan yang disebut Honda akibat masalah ini.



(rgr/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads