Hal ini terjadi karena penurunan uang muka itu terjadi menjelang lebaran. Jadi faktor yang mempengaruhi penjualan motor tidak hanya penurunan DP tetapi juga lebaran.
"Kemarin sebulan mungkin masih rancu dengan adanya lebaran. Harusnya bulan ini harus ada peningkatan minat (membeli). Tapi kita belum bisa pastikan, harusnya bulan-bulan ke depan akan tumbuh," ujar Direktur Human Capital and General Support, Sutjahja Nugroho, di Mal Pejaten Village Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua bisnis ada risikonya, tapi tujuan regulasi ini pasti ada positifnya," katanya.
Berikut tabel penurunan uang muka kredit mobil dan motor:

Pada Juli ini diperkirakan kembali melorot sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya. Masih lemahnya daya beli, dimulainya tahun ajaran baru anak sekolah, lebih sedikitnya hari kerja karena lebaran dinilai sebagai pemicunya.
βSepanjang Juli, banyak hari libur dan kalau ditotal praktis hari efektif kerja sekitar dua minggu. Proses pengiriman sepeda motor ke diler dan masa buka diler juga lebih sedikit, sehingga penjualan juga lebih sedikit,β tutur Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala kepada detikOto.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Akhir Cerita Patwal Senggol Mobil Warga saat Lagi Ngawal Range Rover Pelat Dinas