Sebelumnya, kompetitor Honda menyebut bahwa segmen underbone di Indonesia tidak berkembang. Namun, AHM tetap optimistis menjual motor itu untuk melengkapi segmen.
"Ya itu kan strategi masing-masing. Kita bukan melihat besar-kecilnya, tapi bisa melihat penting atau tidaknya segmen itu. Penting itu kan bisa dilihat dari sisi volume, bisa dari sisi tipe. Kita kan belum punya, yang pasti kita melengkapi semua segmen yang dibutuhkan," ucap Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya di kantornya di Sunter, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang maunya apa kita coba sediakan. Kita bicara mengenai One Heart, customer butuh apa kita harus bisa serve," ujarnya.
Meluncurkan motor yang tidak mempertimbangkan volume pasar di segmennya sudah diterapkan Honda sebelumnya. Bulan lalu, AHM berani membawa enam moge yang volume segmennya jauh lebih kecil dibandingkan motor lain.
"Big bike itu kan kecil juga, malah lebih kecil dari itu (underbone)," katanya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas