Penjualan Motor Sepanjang Semester I-2015 Turun 24%

Penjualan Motor Sepanjang Semester I-2015 Turun 24%

Arif Arianto - detikOto
Rabu, 08 Jul 2015 12:36 WIB
Penjualan Motor Sepanjang Semester I-2015 Turun 24%
Jakarta -

Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni atau pada semester pertama lalu diperkirakan turun 24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Masih lemahnya daya beli menjadi penyebab loyonya penjualan.

β€œKalau melihat trennya sepanjang kuartal pertama dan di bulan berikutnya hingga Juni, hasil survei internal kami menunjukkan, penjualan di semester pertama minus 24 persen dibanding tahun lalu,” papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta.

Sigit tidak menyebutkan angka pasti berapa penjualan motor, namun melihat data tahun lalu, sepanjang semester pertama di 2014 angka penjualan motor mencapai sekitar 3,5 juta. Jika turun 24 persen maka penjualan motor di paruh pertama ini berkisar antara 2,6 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sigit, naiknya harga kebutuhan bahan pangan pokok dan tingkat suku bunga menjadi faktor utama menurunnya penjualan. Soalnya, lebih dari 70 persen pembelian sepeda motor di Tanah Air dilakukan dengan cara kredit.

β€œKarena itulah, di saat dihadapkan pada situasi seperti ini, orang lebih memilih bahan pangan pokok daripada membeli sepeda motor baru,” ucapnya.

Pembelian motor menjelang lebaran pun ternyata juga tidak sebesar tahun-tahun lalu. Hal ini dikarenakan berbarengan dengan tahun ajaran baru anak sekolah.

β€œDari pengamatan kami ke beberapa merek anggota kami, peningkatan penjualan menjelang lebaran memang terjadi. Tapi, itu tidak sebesar tahun-tahun sebelunya,” ujar Sigit.

Bahkan, stimulasi berupa penurunan besaran uang muka juga dirasa tidak banyak berpengaruh terhadap penjualan motor. Hal itu dikarenakan tingkat suku bunga kredit yang masih tinggi.

β€œBagi calon pembeli bukan hanya uang muka yang rendah atau diskon harga, tetapi bagaimana nanti membayar angsuran. Itu jadi pertimbangan utama,” imbuh Sigit.

Sigit pun memastikan penjualan sepanjang kuartal kedua atau April hingga Juni masih turun seperti halnya kuartal pertama yang turun 19 persen.

(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads