βPenurunan penjualan wholesales sepanjang Mei lalu memang karena ada penurunan distribusi. Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang negatif di pasar,β papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Dengan mengerem distribusi, kata Sigit, maka aksi secara tak sehat dengan obral potongan harga atau banting harga diantara pemegang merek bisa dicegah. βSoalnya, jika itu terjadi industri akan semakin terpuruk. Sekarang saja, penjualan karena daya beli masyarakat sudah menjadi persoalan, apalagi kalau ditambah aksi banting-bantingan harga, akan semakin parah,β ucapnya.
Data AISI menunjukan, sepanjang Mei lalu penjualan motor mencapai 469.630 unit. Padahal pada bulan sebelumnya, penjualan tercatat sebanyak 524.775 unit.
Merek Honda masih berada di urutan pertama dalam daftar penjualan dengan 304.900 unit. Berada di urutan kedua, Yamaha dengan penjualan sebanyak 150.745 unit. Penjualan Honda tersebut menurun jika dibanding penjualan sepanjang April yang sebanyak 371.001 unit.
Berikut penjualan masing-masing merek pada Mei 2015 :
Honda 304.900 unit
Yamaha 150.745 unit
Suzuki 7.355 unit
Kawasaki 6.330 unit
TVS 300 unit
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih