"Itu lebih mudah bersaing, dan lebih cepat men-delivery pesanan dengan cara importasi CBU," kata President Director PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat saat ditemui di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Menurutnya, dengan menyetop proses perakitan CKD dan beralih untuk mengimpor CBU, konsumen Harley tidak bermasalah. Sebab, harganya tidak jauh berbeda antara motor yang dirakit di Indonesia dengan motor yang diimpor secara utuh.
"Harga selisih CKD dengan CBU 20 persen aja kok. Selisih itu di awal perhitungan pajak. Jadi jalau kita mengimpor motor, pertama-tama pehitungan pajaknya adalah invoice kita cuma beda 20 persen. Setelah itu sama, PPn, PPnBM 100 persen, jadi ga banyak selisihnya," tegas Djonnie.
Dia berdalih, dengan mengimpor motor, pelayanan kepada konsumen lebih cepat. Dengan pelayanan yang lebih cepat, Mabua pun bisa bersaing dengan importir umum yang mengimpor motor Harley secara utuh.
"Lebih cepat men-delivery. Jadi kita bisa bersaing dengan merek lain dan IU (importir Umum) juga. Supaya bisa melayani lebih baik kita coba mengubah CKD ke impor CBU," ujarnya.
(Rangga Rahadiansyah/M Luthfi Andika)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik