βYa harus jujur kami akui, saat ini waswas. Apakah di tiga hingga dua bulan menjelang lebaran tahun ini, pembelian sepeda motor untuk lebaran bisa sebesar tahun-tahun sebelumnya. Jika dua atau satu bulan sebelum lebaran tidak ada tanda-tanda, kami bisa cemas,β papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Sigit menyebut ada sejumlah alasan yang mendasari kerisauannya itu. Pertama, hingga saat ini minat masyarakat membeli motor baru masih kecil karena faktor daya beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, harga kmomoditas di sejumlah daerah penghasil seperti di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan menurun. Bahkan di daerah penghasil karet, harga getah karet turun hingga di bawah pasar.
Ketiga, di sejumlah daerah lainnya, petani yang semestinya memanen tanamannya pada April lalu, ternyata tanaman belum siap dipanen. Artinya ada pergeseran musim panen.
Keempat, pada bulan Juli nanti atau pada saat lebaran hingga Agustus adalah musim persiapan tahun ajaran baru anak-anak sekolah. Sehingga, para orangtua akan mengalokasikan anggarannya untuk kenutuhan tersebut.
βApalagi inflasi juga masih cukup tinggi. Itu kami rasakan saat berkunjung ke daerah banyak yang mengatakan harga-harga masih mahal. Artinya kan inflasi masih tinggi. Sehingga, dalam kondisi seperti itu, orang akan memberi prioritas kebutuhan pokok ketimbang motor,β papar Sigit.
Namun, dia tetap berharap kenaikan pasar motor akan terjadi beberapa saat menjelang lebaran. Soalnya, pada saat itu banyak masyarakat yang menerima tunjangan hari raya. "Harapannya sih seperti itu," ucapnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan