Revisi Target Penjualan, Industri Motor Berharap Berkah Lebaran

Revisi Target Penjualan, Industri Motor Berharap Berkah Lebaran

- detikOto
Kamis, 07 Mei 2015 08:11 WIB
Revisi Target Penjualan, Industri Motor Berharap Berkah Lebaran
Jakarta -

Melemahnya daya beli masyarakat yang membawa dampak lesunya pasar sepeda motor di Tanah Air membuat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merevisi target penjualan. Jika pada awal tahun penjualan dipatok mencapai 8 juta unit direvisi menjadi 6,7 - 7 juta unit, dan kini momen lebaran menjadi harapan.

β€œYa kami harus realistis dengan fakta yang ada. Selama kuartal pertama yang biasanya menjadi pijakan penjualan, ternyata hanya 1,7 juta unit (yang terjual),” tutur Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Masih lemotnya penjualan, kata Gunadi, masih dirasakan di bulan pertama kuartal kedua. Hanya dia masih belum bisa menyebutkan angka penjualan sepanjang April tersebut. β€œKalau dibanding tahun sebelumnya, masih menurun. Tapi secara monthly, kemungkinan sedikit naik,” ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, fluktuasi penjualan di pasar sepeda motor bisa terjadi cepat sekali, terutama jika terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal, sejak beberapa waktu lalu pemerintah telah menetapkan harga BBM berdasar harga minyak dunia.

β€œSehingga harga (BBM) naik turun. Sedangkan kenaikan harga BBM saat pertamakali terjadi telah menimbulkan multiplier effect kenaikan harga barang, karena ongkos transprtasi juga naik,” kata dia.

Dengan naiknya harga barangt-barang itulah maka konsumen motor menunda atau bahkan membatalkan rencana pembeliannya. Maklum, sebagian besar konsumen motor adalah segnmen menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga. β€œApalagi sekitar 75 persen pembelian dilakukan secara kredit,” ujar Gunadi.

Kini, lanjut Gunadi, industri sepeda motor berharap berkah lebaran. Siring dengan hari raya itu dan ritual mudik penjualan motor diharapkan juga ikut terkerek. β€œKarena saat lebaran, atau beberapa pekan sebelumnya THR turun, sehingga pembelian (motor) kemungkinan besar juga marak,” imbuhnya.

(arf/arf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads