Melemahnya daya beli masyarakat yang membawa dampak lesunya pasar sepeda motor di Tanah Air membuat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merevisi target penjualan. Jika pada awal tahun penjualan dipatok mencapai 8 juta unit direvisi menjadi 6,7 - 7 juta unit, dan kini momen lebaran menjadi harapan.
βYa kami harus realistis dengan fakta yang ada. Selama kuartal pertama yang biasanya menjadi pijakan penjualan, ternyata hanya 1,7 juta unit (yang terjual),β tutur Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/5/2015).
Masih lemotnya penjualan, kata Gunadi, masih dirasakan di bulan pertama kuartal kedua. Hanya dia masih belum bisa menyebutkan angka penjualan sepanjang April tersebut. βKalau dibanding tahun sebelumnya, masih menurun. Tapi secara monthly, kemungkinan sedikit naik,β ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSehingga harga (BBM) naik turun. Sedangkan kenaikan harga BBM saat pertamakali terjadi telah menimbulkan multiplier effect kenaikan harga barang, karena ongkos transprtasi juga naik,β kata dia.
Dengan naiknya harga barangt-barang itulah maka konsumen motor menunda atau bahkan membatalkan rencana pembeliannya. Maklum, sebagian besar konsumen motor adalah segnmen menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga. βApalagi sekitar 75 persen pembelian dilakukan secara kredit,β ujar Gunadi.
Kini, lanjut Gunadi, industri sepeda motor berharap berkah lebaran. Siring dengan hari raya itu dan ritual mudik penjualan motor diharapkan juga ikut terkerek. βKarena saat lebaran, atau beberapa pekan sebelumnya THR turun, sehingga pembelian (motor) kemungkinan besar juga marak,β imbuhnya.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!