Program ini pun berpotensi bagi masuknya kompetitor untuk mempelajari teknologi motor Honda. Apalagi, siswa lulusan SMK itu bisa bekerja di bengkel motor lain.
Meski begitu, PT Astra Honda Motor (AHM) tidak takut teknologinya dicontek kompetitor dengan membuka kesempatan itu. Deputy Head of Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbudin mengatakan, pihaknya tidak khawatir lantaran teknologi Honda ada yang benar-benar milik Honda dan tidak bisa begitu saja dijiplak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhib pun tidak mempermasalahkan terkait siswa SMK jebolan KTSM yang bekerja di bengkel lain. Sebab, program ini murni soal kepedulian Honda terhadap pendidikan.
"Enggak masalah kalau mereka ke bengkel lain. Ini bukan soal jualan. Ini soal kepedulian Honda terhadap dunia pendidikan," tegasnya.
Senior Manager Technical Training Department Technical Service Division PT AHM, Handy Hariko mengatakan, semua teknologi Honda sudah diproteksi dengan hak cipta.
"Kalau ingin maju kita jangan takut dicontek. Kalau Honda apa yang ditakutkan, semua teknologi kita proteksi dengan hak cipta. Contohnya idling stop system. Memang lulusan KTSM Honda bisa mengerjakan merek lain. Tapi yang pasti teknologi Honda tertinggi," klaimnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Kendaraan Rusak Dievakuasi dari Lokasi Ledakan