Motor tua baik yang masih asli maupun yang telah dimodifikasi dipamerkan di sana. Di antaranya terlihat CB, SB, GL, dan berbagai jenis motor bebek klasik lainnya. Ratusan motor tua ini terlihat parkir berjejeran di depan stadion.
Selain dipamerkan, motor yang pernah berjaya di tahun 70 dan 80an juga ikut dilombakan. Dalam festival tersebut, ada dua kategori lomba yaitu seri klasik original dan abal-abal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk mempererat silaturrahmi antar sesama pecinta motor klasik dan untuk menjaga motor tua yang kini mulai hilang di Aceh," kata Ketua Umum HOKA Taufik Usmar, saat ditemui dilokasi, Sabtu (18/4/2015).
Motor klasik yang dipamerkan hari ini bukan hanya berasal dari Banda Aceh. Sejumlah pecinta dari luar Banda Aceh seperti Pidie juga ambil bagian dalam even kali ini. Mereka datang membawa motor bebek keluaran tahun 70-an yang masih terlihat seperti baru.
"Saya sudah hobi dengan motor klasik ini sejak 2009 silam. Saya ada dua motor klasik peninggalan orangtua," kata Putra, seorang pecinta motor klasik.
Untuk merawat motor klasik kita tidak lagi susah. Sparepart mulai mudah didapatkan meski harganya masih terbilang mahal. Di provinsi paling ujung barat Indonesia, motor tua kembali eksis sejak beberapa tahun belakangan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu