"Daya beli masyarakat bisa turun lagi (akibat penghapusan Premium-Red). Sekarang udah turun malah makin turun lagi," ucap Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Mohammad Masykur kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2015).
Dampak itu pun dianggap sebagai hukum alam. Makanya, pabrikan otomotif seperti Yamaha tidak punya pilihan untuk menerima kenyataan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Yamaha tetap berusaha menggaet konsumennya akibat daya beli masyarakat yang kian berkurang. Tapi sampai saat ini, kata Masykur, pihaknya masih belum mendiskusikan strategi apa yang akan dilakukan untuk menarik konsumen.
"Kita pasti akan lakukan gimana caranya biar narik konsumen. Tapi sampai saat ini kita belum diskusikan strategi kita seperti apa, karena kan beritanya juga baru keluar hari ini," tutur Masykur.
Meski belum didiskusikan terkait strateginya, kemungkinan besar strategi Yamaha untuk menarik konsumen adalah memberikan diskon. "Ya, mungkin salah satunya itu (memberi diskon-Red)," ucap Masykur.
(rgr/ady)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu