ADVERTISEMENT
Jumat, 10 Apr 2015 17:43 WIB

Yamaha Tour de Soul

Dewi, Lady Biker Tangguh yang Jadi Road Captain

- detikOto
Tabanan - Laki-laki yang jadi Road Captain (RC) touring atau pemimpin tourin mungkin sudah biasa. Kali ini, detikOto bertemu langsung dengan road captain wanita di perjalanan Yamaha Tour de Soul 125 Moments To Go.

Ya, dia adalah Lina Dempiyati atau yang lebih dikenal dengan nama Dewi Sri Alghine. Dewi yang merupakan punggawa di Byson Yamaha Owner Indonesia Club (Byonic) asal Tasikmalaya ini dipercaya untuk memimpin jalan dari Jakarta menuju Bali.

Memang, Dewi mengaku, selama melakukan touring dengan komunitasnya ia selalu ditunjuk sebagai RC. Karakternya yang tomboi dengan pengalamannya sebagai RC, membuat Dewi terus dipercaya untuk selalu memimpin turing.

"Mungkin kebetulan setiap ke mana-mana pasti ditunjuk jadi RC," ungkap Dewi.

Meski sebagai wanita, Dewi mengaku tidak merasa lelah saat menjadi RC di turing jarak jauh. Sebab, ia sudah terbiasa dengan perjalanan jauh. Apalagi, sehari-harinya Dewi menggunakan motor Byonic yang tergolong sebagai motor cowok.

"Enggak capek sih, emang udah gede di motor, udah biasa jadinya. Tapi kalau pagi jam 9-10 pasti yang kalah mata. Enak jalan malam sih sebenarnya. Rata-rata biker senangnya jalan malam," ucap Dewi.

Dewi pun menceritakan suka dukanya selama menjadi pemimpin turing. Sukanya, ia bisa dipercaya oleh rekan satu komunitas untuk menjadi RC.

"Sukanya karena dipercaya teman-teman untuk memipin mereka," katanya.

Susahnya jadi RC, lanjut Dewi, adalah ketika hand sign dan foot sign yang sudah diberikannya tidak diteruskan hingga ke barisan barisan. Kalau ada tim yang tidak meneruskan hand sign dan foot sign itu Dewi jadi jengkel.

"Susahnya jadi RC di saat kita kasih kode kadang-kadang belakang enggak nerusin. Itu yang bikin jengkel, kasihan yang belakang kalau enggak dikasih kode," ujarnya.

Dewi pun membeberkan kesannya selama memimpin Tour de Soul. Karena tidak semua rider yang ikut merupakan rider berpangalaman, awalnya Dewi merasa kaku. Sebab, masih banyak rider yang tidak menggubris kode yang diberikannya.

"Kalau rasanya awal-awalnyanya agak kaku. Awalnya kesal aja, disuruh jaga jarak malah rapat, takutnya malah tabrakan beruntun. Tapi kalau biker umum gini kan lambat laun mereka pasti tahu lah. Ke sini-sininya makin bagus," katanya.

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com