βSekarang ini benar-benar sepi. Selama Januari, Februari, Maret. Penjualan kami rata-rata hanya 10 unit. Itu pun sudah sangat bagus. Padahal tahun lalu rata-rata 25 β 30 unit,β papar pemilik Safir Motor, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Fauzi Thalib, saat dihubungi detikOto, Senin (30/3/2015).
Menurut Fauzi, menurunnya penjualan dikarenakan daya beli masyarakat yang melemah. Keadaan tersebut, kata dia, dipicu oleh merambat naiknya harga kebutuhan pangan pokok seperti beras, dan beberapa bumbu-bumbuan, bahan bakar minyak, serta tarif listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan serupa diungkapkan Murdani, pemilik Bintang Karomah Motor, Ciledug, Tangerang. Dia menyebut jika tahun-tahun sebelumnya penjualannya rata-rata 20 β 25 unit saban bulan, namun sejak 2014 lalu hanya 9-11 unit.
βEkonomi sekarang lebih jelek, penjualan jeblok. Sepi banget,β kata dia.
Baik Murdani maupun Fauzi mengaku tak bisa memperkirakan hingga kapan kondisi seperti ini bakal pulih. Sebab, awalnya mereka berharap calon pembeli akan beralih dari motor baru ke motor bekas karena adanya penurunan daya beli.
βTadinya berharap seperti itu. Tapi peralihan itu ternyata sedikit sekali. Banyak orang malah menunda atau bahkan membatalkan rencana pembelian,β ujar Fauzi.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi