Ekonomi Memburuk, Penjualan Motor Bekas Jeblok

Ekonomi Memburuk, Penjualan Motor Bekas Jeblok

- detikOto
Senin, 30 Mar 2015 16:29 WIB
Ekonomi Memburuk, Penjualan Motor Bekas Jeblok
Jakarta - Para pedagang motor bekas menyebut penjualan dagangannya memang masih lebih menurun tajam. Menurunnya daya beli serta ketidakpastian harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pangan pokok menjadi konsumen enggan membeli motor.

β€œSekarang ini benar-benar sepi. Selama Januari, Februari, Maret. Penjualan kami rata-rata hanya 10 unit. Itu pun sudah sangat bagus. Padahal tahun lalu rata-rata 25 – 30 unit,” papar pemilik Safir Motor, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Fauzi Thalib, saat dihubungi detikOto, Senin (30/3/2015).

Menurut Fauzi, menurunnya penjualan dikarenakan daya beli masyarakat yang melemah. Keadaan tersebut, kata dia, dipicu oleh merambat naiknya harga kebutuhan pangan pokok seperti beras, dan beberapa bumbu-bumbuan, bahan bakar minyak, serta tarif listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œKebanyakan, orang memang tidak memperhatikan dengan cermat kalau harga beras yang dulu Rp 7.000 per liter sekarang Rp 9.500 – 10.000 per liter. BBM naik, listrik juga begitu, belum yang lainnya. Jadi uang yang dulu pas sebulan, sekarang enggak sampai sebulan,” paparnya.

Pernyataan serupa diungkapkan Murdani, pemilik Bintang Karomah Motor, Ciledug, Tangerang. Dia menyebut jika tahun-tahun sebelumnya penjualannya rata-rata 20 – 25 unit saban bulan, namun sejak 2014 lalu hanya 9-11 unit.

β€œEkonomi sekarang lebih jelek, penjualan jeblok. Sepi banget,” kata dia.

Baik Murdani maupun Fauzi mengaku tak bisa memperkirakan hingga kapan kondisi seperti ini bakal pulih. Sebab, awalnya mereka berharap calon pembeli akan beralih dari motor baru ke motor bekas karena adanya penurunan daya beli.

β€œTadinya berharap seperti itu. Tapi peralihan itu ternyata sedikit sekali. Banyak orang malah menunda atau bahkan membatalkan rencana pembelian,” ujar Fauzi.



(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads