Head of Marketing PT Wahana Makmur Sejati (WMS) sebagai diler utama Honda se-Jakarta-Tangerang, Ario mengatakan, penjualan selama Januari hingga Februari 2015 turun dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Penurunan itu mencapai 6 persen.
"Masih agak lemas. Januari-Februari dibandingin tahun sebelumnya turun 6 prsenan," ujar Ario di Tangerang, Minggu (29/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kisruh APBD) pengaruh banget. Karena kan gaji PNS banyak yang belum turun. Selama itu (kisruh APBD) belum selesai itu masih berdampak," katanya.
Ario mengaku, pihaknya baru menyadari kalau kondisi politik itu berpengaruh besar terhadap penjualan motor. Tapi, bukan hanya Honda yang mengalami penurunan penjualan, kata Ario, beberapa merek pun merasakan hal yang sama.
"Kita baru sadar itu berpengaruh. Kita ngomong bukan Honda saja, tapi total marketnya, semua merek saya rasa juga turun. Jadi orang banyak yang nunda beli motor," ujarnya.
Untuk menyikapi penjualan motor yang tengah turun, sales-sales Honda di beberapa tempat banyak yang langsung turun tangan menyebarkan brosur-brosur harga motor. Contohnya di dekat SPBU di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik