Menurut Deputy Director Marketing Viar Motor Indonesia Akhmad Zafitra Dalie, pihaknya melihat segmen khusus yang belum banyak dimainkan oleh pabrikan lain. Untuk itu, Viar mencoba masuk ke segmen itu agar tidak kalah cepat dengan pabrikan raksasa lainnya.
"Kita melihat produk segmented dengan kualitas yang cukup terjaga tetapi harga bisa tetap dipertahankan. Ini yang membuat kita menarik. Makanya Viar coba menggarap segmen-segmen itu. Contoh misalnya trail. Karena saya lihat mungkin raksasa-raksasa pabrikan pun melihat untuk masukin trail. Tapi mungkin dia enggak cepat. Nah makanya kecepatan itu yang kita ambil," ungkap Dalie kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik kita kerjain apa yang kita dapat. Sekarang matik besar kita lihat banyak tuh pabrikan yang masukin matik-matik besar. Trail kan juga begitu, kecenderungannya sudah banyak yang masuk. Tapi bagaimana kita bisa masukin lebih cepat," ujar Dalie.
Sementara itu, produk motor sport juga tengah memiliki catatan penjualan yang semakin meningkat. Meski begitu, Viar tidak melihat manisnya penjualan motor sport. Sebab, Dalie memprediksi motor sport ini tidak lama lagi akan berkurang peminatnya.
"Kita melihat dari kemampuan kita sendiri karena market kita sendiri tidak serta merta bisa masuk. Karena kita lihat sport ini dalam waktu dekat bisa berdarah-darah juga. Tapi menariknya kalau sport, dari sisi yang murah sampai mahal pun range harganya panjang. Sehingga sering tidak head to head," katanya.
Karena itu, untuk produk roda dua, Viar fokus ke motor trailnya. Soalnya, belum banyak pabrikan yang mengeluarkan motor trail di Indonesia.
"Viar sendiri melihat yang trail ini masih dilihat belum banyak yang produksi. Sehingga kita lihat belum ada prinsipal atau ATPM (agen tunggal pemegang merek) yang masuk ke sana. Tapi mereka masih fokus ke motor umum," ujar Dalie.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu