Tapi, layanan after sales untuk produk roda dua yang sering ditemui di tiap kota adalah layanan dari pabrikan asal Jepang. Karena itu, masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan pabrikan non Jepang dengan pelayanan purna jualnya.
Deputy Director Marketing Viar Motor Indonesia Akhmad Zafitra Dalie menyatakan, sebuah produk tidak akan bisa berkembang tanpa adanya sebuah layanan after sales. Karenanya, Viar juga terus mengembangkan jaringan layanan after sales di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 15 tahun bermain di pasar otomotif Indonesia, kata Dalie, Viar terus mengembangkan pelayanan purna jual itu. Hingg sekarang, sudah ada lebih dari 500 jaringan layanan Viar di Indonesia.
"Nah kita 15 tahun membangun terus. Kita terus melakukan perbaikan. Total jaringan kita ada 800 sampai 1.000. Itu di Indonesia dari kecil sampai besar. Setiap provinsi kurang lebih ada 20-30 diler. Jabodetabek ada 25 diler. Karena kita punya konsep by wilayah. Karena kalau provinsi terlalu gede," katanya.
Meski begitu, Viar tidak hanya melakukan peningkatan jumlah jaringannya. Namun, Dali mengklaim, pihaknya juga tetap meningkatkan kualitas. Bahkan, untuk menguasai pasar yang tidak terjamah, Viar akan mencoba membuka pemesanan suku cadang secara online.
"Kita enggak hanya kuantitas yang kita kembangkan, tapi kualitas juga terus kita tingkatkan. Sekarang kita juga mau mencoba buka pemesanan part online. Sehingga ketika tidak ditemukan di daerah, mereka bisa pesan secara online," ungkap Dalie.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu