Hal itu pun dirasakan oleh Viar Motor Indonesia, prinsipal otomotif asli dari Semarang, Jawa Tengah. Menurut Deputy Director Marketing Viar Motor Indonesia Akhmad Zafitra Dalie, kecenderungan kepada pabrikan asal Jepang hanyalah masalah waktu. Ia pun percaya bahwa Viar bisa berkembang di negerinya sendiri, Indonesia.
"Itu hanya masalah waktu. Karena kita berkaca pada produk non otomotif ya. Misalnya handphone. Viar kan di bawah PT Triangle Motorindo yang punya brand handphone dan itu secara quantity jauh sama merek lain," kata Dalie kepada detikOto di Semarang akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa yakin Indonesia itu secara market segmen middle low, itu banyak sekali. Cuma, kita harus edukasi," katanya.
Karenanya, Viar berani mengusung produknya yang merupakan produk asli Indonesia. Padahal, banyak yang bilang lebih baik menggandeng pabrikan luar Indonesia untuk bekerja sama.
"Kita berani pakai nama Indonesia di produk kita. Kita berani mengambil risiko itu. Karena kan banyak yang bilang, 'kenapa sih enggak ngambil merek luar negeri, kan bisa aja gandeng merek lain'. Tapi, kita coba sesuatu yang berbeda. Daripada tanggung-tanggung yaudah kita usung motor Indonesia," bebernya.
Lalu, kapan Viar bisa menjadi leader di Indonesia?
"Kapan tidaknya itu kalau visi kita pengin jadi leader di Indonesia. Apakah untuk quantity total atau produk yang segmented. Makanya kita punya satu produk unggululan, contohnya roda tiga. Kita udah jadi leader di roda tiga. Tentunya kita juga berharap motor trail ini bisa jadi unggulan juga," ungkap Dalie.
"Lebih baik kita berperan di kampung sendiri daripada kuli di pasar besar," sambungnya.
(rgr/ady)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu