"Begitupun dengan desainnya, juga untuk pasar global dan didasari pertimbangan untuk pasar dunia. Jadi tidaklah tepat juga disebut rasa India," tutur Director Sales and Marketing Mabua Harley Davidson, Irvino Edwardly, di sela-sela acara Mabua Harley-Davidson Media Ride di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/2/2015).
Menurut Irvino, proses produksi motor yang berbanderol Rp 219 juta off the road itu di India dimaksudkan agar harga lebih bersaing. Artinya faktor lokasi produksi itu lebih sebagai strategi untuk menghasilkan produk dengan harga yang terjangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini faktor strategi saja, selebihnya mulai dari desain komponen, suku cadang itu dari Amerika yang diperuntukkan bagi pasar global, bukan atas taste suatu pasar lokal tertentu" paparnya.
Selama ini di konsumen ada anggapan bahwa Harley-Davidson Street 500 bercita rasa lokal India karena diproduksi di negara itu.
Selain menepis anggapan itu, Mabua Harley-Davidson selaku agen pemegang merek Harley-Davidson di Indonesia juga emoh menyebut motor tersebut sebagai produk untuk kalangan entry level alias orang yang baru mulai masuk ke segmen motor gede. Mabua lebih suka menyebut moge anyar ini sebagai produk urban living.
βDengan harga affordable. Kami tidak mau mengindentifikasi konsumen dengan istilah entry level atau apalah, yang pasti motor ini untuk urban living, sebagai motor untuk penggunaan harian, karena mesinnya bagus dan kelincahan dan kenyamanannya cocok untuk jalanan di perkotaan," kata Irvino.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?