Yamaha Luncurkan Jupiter Berspek Euro3

Motor Baru

Yamaha Luncurkan Jupiter Berspek Euro3

- detikOto
Rabu, 21 Jan 2015 09:12 WIB
Yamaha Luncurkan Jupiter Berspek Euro3
Jakarta -

Yamaha mulai mengaplikasi standar emisi Euro3 di motor-motornya. Jupiter Z1 merupakan motor Yamaha Indonesia pertama yang menggunakan sistem yang lebih ramah lingkungan. Meski sudah mengusung Euro3 harganya tetap Rp 14,615 juta on the road Jakarta.

Yamaha mengaplikasikan Euro3 pada Jupiter Z1 dengan dua perangkat baru yaitu ECU dan knalpot catalic conveter dengan O2 sensor sehingga membuat motor makin ramah lingkungan.

Ada perubahan panjang katalis, sebelumnya 30 mm menjadi 60mm sehingga matrix volume katalis naik dari 25,7 cm3 menjadi 51,4 cm3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œMemenuhi standar Euro3 karena kontribusi katalis di knalpot. Dengan standar Euro 3, saringan knalpot lebih baik sehingga gas buangannya juga lebih ramah lingkungan. Ini merupakan komitmen Yamaha turut menjaga lingkungan bersama dan menunjukkan sebagai pabrikan yang peduli dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas. Tidak hanya Jupiter Z1, motor-motor baru Yamaha yang akan dikeluarkan tahun ini menggunakan Euro3 yang merupakan standar global dan internasional,” papar Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Mohammad Masykur.

Masykur sebelumnya menyebutkan bulan Agustus nanti, semua model Yamaha sudah mengusung Euro3.

Yamaha lanjut Masykur, sudah siap untuk menghadapi standar Euro 3 karena produk-produk Yamaha sudah disiapkan menuju standar tersebut, karena sebelumnya telah mengaplikasikan teknologi Fuel Injection.

Motor Yamaha dengan Euro3 pastinya yang sudah FI. Sistem FI mempunyai performa yang sangat baik sehingga dapat menghasilkan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien dan emisi gas buang yang rendah serta ramah terhadap lingkungan.

Sekilas mengenai Euro3, Uni Eropa (UE) sudah lebih dulu menerapkan standar Euro3 yaitu pada Januari 2006 berdasarkan regulasi pada Directive 2002/51/EC yang dikenal dengan ECE R40.

Standar Euro 3 pun terdapat pada regulasi Worldwide Motorcycle Emission Test Cycle (WMTC) dan aturan itulah yang menjadi patokan AISI dan JAMA (Japan Automotive Manufacturers Association).

Standar Euro3 berdasarkan cc mesin dapat dilihat dari motor bermesin di bawah 150 cc, 150 cc dan di atas 150 cc.

Untuk mesin motor di bawah 150 cc, yang memenuhi standar Euro3 adalah mengandung 2.0 gram/km CO (karbon monoksida) ; 0.8 gram/km HC (hidro karbon) ; 0.15 gram/km NOx (nitrogen oksida).

Sedangkan yang bermesin 150 cc dan lebih besar dari 150 cc, standar Euro 3 nya dengan kandungan 2.0 gram/km CO ; 0.3 gram/km HC ; 0.15 gram/km NOx. Standar Euro 3 juga bisa diketahui berdasarkan kecepatan (km/h).

Di bawah 130 km/jam, kandungan CO sebesar 2.62 gram/km ; 0.75 gram/km HO ; 0.17 gram/km NOx. Buat kecepatan 130 km/h dan di atas 130 km/h, standar Euro 3 acuannya dengan kandungan CO 2.62 gram/km ; 0.33 gram/km HO ; 0.22 gram/km NOx.

Tes motor standar Euro3 untuk mesin motor di bawah 150 cc menggunakan Urban Driving Cycle (UDC) dengan waktu tes terhitung mulai 0 detik hingga 1200 detik. Test standar Euro3 langsung bertujuan memgambil sampling dari 0 hingga 1200 detik.

Ini berbeda dengan tes motor Euro2 yang menjalankan warm up selama 0 – 400 detik terlebih dahulu, lalu sampling diambil dari 400 – 1200 detik.

Perbedaan ini membuat pengujian motor dengan standar Euro3 lebih aktual karena dengan mesin yang terus dinyalakan dari 0 – 1200 detik, sampling mudah diambil untuk uji emisi sebab saat motor dingin lebih banyak gas buangnya.

Sedangkan untuk motor bermesin 150 cc dan di atas 150 cc, tes motor menggunakan UDC dan Extra Urban Driving Cycle (EUDC). Sampling EUDC dimulai dari detik ke-1200 pengetesan setelah tes dengan UDC hingga detik ke-1500.

Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) memilih menggunakan regulasi standar Euro3 yang dikeluarkan Worldwide Motorcycle Emission Test Cycle (WMTC) karena ini berlaku seluruh dunia, tidak hanya di Eropa seperti regulasi ECE R40.

Dengan aturan WMTC, motor bisa diekspor ke seluruh dunia. Poin plus standar Euro 3 WMTC dibandingkan ECE R40 yaitu adanya aturan untuk mereduksi noise khususnya pada muffler (knalpot) dan mesin motor.



(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads