"Kami terus membujuk Harley (prinsipal) untuk bisa membangun pabrik di Indonesia. Dan kami terus melakukannya," ujar Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson, Djonnie Rahmat kepada detikOto.
Sebagai permulaan, Djonnie menuturkan saat ini Harley-Davidson yang dijual di agen resmi Mabua, sudah melalui tahap Completely Knocked Down (CKD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena motor bodong itu langsung menjualnya dengan murah dan lebih cepat dibandingkan saya merakit kembali sesuai prosedur dan membayar pajak," tambahnya.
Namun Djonnie mengakui hingga saat ini prinsipal masih belum ingin memproduksi Harley-Davidson di Indonesia.
"Saya sudah mengusulkan tapi mereka punya tim bisnis development sendiri. Dan mungkin tidak di Indonesia (memproduksi), tapi sepertinya mereka akan memilih Thailand, karena dinilai stabilitas politik disana lebih kondusif," katanya.
"Saya tidak berhenti menarik minat mereka, tapi memang Harley sangat lambat dalam memutuskan (produksi di satu negara atau tidak). Karena semuanya harus benar-benar dipikirkan bahkan sampai ion-nya pun diperhaikan (udara)," tambahnya.
Lalu kenapa Harley-Davidson bisa memproduksi motor mereka di India? "Kalau di India, yang menjadi perhatiannya ialah banyaknya jumlah penduduk mereka," tutupnya.
Salah satu motor yang diproduksi di India adalah motor termurah Harley yakni Street 500. Motor itu dijual seharga Rp 219 juta off the road
(lth/ddn)










































