Karena para penunggang Harley memiliki alasan, dan memastikan bahwa penunggang Harley tidaklah ugal-ugalan.
"Kelihatan ugal-ugalan? Begini mungkin memang terlihat demikian tapi sebanarnya tidak," kata Ketua HOG Indonesia, Ignatius Sahat Manalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, motor kita kan sangat berat, jadi kadang-kadang kalau ada mobil atau motor (selain Harley) merapat kita. Kita suka memainkan gas, dan ini sebenarnya untuk memberitahukan keberadaan kita (berada disamping mobil atau motor)," ucap salah satu anggota HOG Indonesia.
"Dan ini (Harley-Davidson) sangat berat, jika kami tersenggol itu sangat membahayakan kami. Ya, kami mohon pengertiannya. Tapi memang ada sebagian dari kita suka memainkan gas motor (yang membuat suara gaduh), padahal itu tidak kencang (dikecepatan tinggi)," tambahnya.
Tidak sampai disitu, mesin besar tanpa radiator membuat setiap pengendara Harley jika tidak cepat berkendara atau jalan suhunya bisa sangat panas.
"Mesin Harley 1500-1800 cc tidak ada radiator, kalau pelan panasnya minta ampun. Makanya kita rata-rata speed berkendara di 50-60 km/jam. Dan jika motor Harley mencapai tingkat kemiringan hingga 50 derjat, pasti akan sulit sekali mendirikan kembali motor kami," tambah Ignatius.
Namun sebagai catatan, Harley menilai kesan ugal-ugalan di jalan sebenarnya tidak hanya berlaku untuk motor besar saja. Hal ini juga berlaku untuk motor ber-cc kecil.
"Tapi sama saja dengan motor kecil, saat mereka berkendara berkelompok itu akan terlihat ugal-ugalan," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...