Sebelumnya, Alpinestars hanya membuat wearpack berkantung udara unuk pebalap.
Seperti dilansir BBC, Senin (12/1/2015), perusahaan yang berkantor di Italia bagian utara, Los Angeles dan Tokyo ini telah mengembangkan sistem kantung udara yang melindungi tubuh pemotor ketika kecelakaan. Dengan bentuk sebuah jaket, sistem akan meminimalisir cedera pada pengendaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airbag ini bisa mengembang dalam waktu 30 dan 60 milidetik sebelum kecelakaan. Kompresi udara dilepaskan dari sepasang silinder, kemudian mengembangkan udara yang diposisikan secara strategis.

Sistem ini dijahit di dalam rompi yang ditutup dengan resleting dalam jaket model Valparaiso dan Viper milik Alpinestars.

Airbag diposisikan di bagian depan dan belakang yang melindungi tulang belakang, bahu, daerah ginjal dan dada dalam tabrakan. Sistem Tech-Air ini tidak mmbutuhkan koneksi dengan motor lain. Alhasil, pemiliknya bisa menggunakan jaket ini pada motor apa pun.

Tapi, untuk mengaktifkan sistem ini, pemiliknya harus mengisi baterai rompi. Jika dalam kondisi penuh, baterai pada rompi airbag ini bisa tahan untuk berkendara selama 25 jam. Sebuah strip LED hadir di sepanjang lengan yang menunjukkan kondisi baterai.
Tech-Air milik Alpinestars ini baru tersedia di beberapa pasar Eropa pada musim 2015. Di sana, harga awal untu pelindung ini mulai dari 1.200 euro atau sekitar Rp 17,8 jutaan.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas