Honda: Kami Ingin Jadi Aset Bangsa Indonesia

Honda: Kami Ingin Jadi Aset Bangsa Indonesia

- detikOto
Minggu, 30 Nov 2014 10:28 WIB
Honda: Kami Ingin Jadi Aset Bangsa Indonesia
Denpasar - Sebagai produsen motor, Honda tidak hanya ingin sekedar memetik keuntungan dari berjualan saja. Honda juga ingin menjadi aset yang berharga untuk bangsa.

"Selama ini kami memproduksi dan memasarkan melalui jaringan main diler kami. Tapi kami tidak hanya ingin menjual motor saja, kami ingin menjadi aset yang berharga untuk bangsa, sehingga kami ingin memberikan sesuatu yang terbaik," kata Deputi Head of Corporate Communication PT AHM Ahmad Muhibbuddin, di SMKN 1 Manggis Karangasem, Bali.

Bekerja sama dengan berbagai SMK menjadi bukti niatan Honda untuk memberikan sumbangsih terbaik kepada negara, untuk bisa melahirkan siswa yang siap pakai di dunia kerja atau dunia pengusaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satunya dengan KTSM (kurikulum Teknik Sepeda Motor) Honda, tidak mungkin kami memberikan sesuatu yang tidak menjadi keahlian kami. Dan pelaksanaan MOU dengan SMK merupakan satu awal niat baik," ujarnya.

"Sebagai tahapan untuk membangun masa depan. Kami serius dan tidak main-main. Kenapa? Karena pendidikan merupakan satu fokus kami, dan kami ingin berkontribusi kepada negara," tambahnya.

Keseriusan Honda untuk melahirkan bibit berkualitas bukan isapan jempol semata. Honda pun bertekat akan menjalin kerjasama hingga 500 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia di 2015.

Saat ini, sudah ada 270 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengikuti program Kejuruan Sepeda Motor Honda. Dan diperkirakan bakal ada 300 sekolah SMK yang mengikutinya hingga pengujung tahun 2014.

Terus bagaimana pendapat para siswa yang mengikuti KTSM?

"Saat ini saya masih mempelajari mengenai transmisi manual dan otomatis. Saya sih sangat senang bisa mengikuti program Honda ini, karena bisa menambah ilmu pengetahuan Saya. Dan berkat program ini Saya ingin menjadi mekanik di rumah, membuka usaha. Tapi saat ini harapan saat ini Saya bisa bekerja di Honda," ujar siswa kelas 12 SMKN 1 Manggis Karangasem Bali, Agus Peliana (17).

Hal senada juga disampaikan I Made Dwi Sugihana. "Saya mengikuti kelas ini karena Saya ingin bekerja di Honda. Seperti diketahui bersama, saat ini mencari pekerjaan itu sangat susah banyak persaingan. Dan orang tua Saya sangat mendukung," ujar I Made.

Terakhir, Yogi Surya Mahardika juga mengatakan sangat senang bisa mengikuti pelajaran Kurikulum Sepeda Motor Honda.

"Saya sangat ingin menjadi mekanik handal, dan bisa membuka lapangan pekerjaan atau bisa bekerja sama dengan Honda," tambah Yogi.

(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads