"Jadi, ekspor yang ada saat ini umumnya ada pesanan dari prinsipal (induk perusahaan pemilik merek) atau model yang di negara tujuan ekspor dan di negara lain belum dibuat," tutur Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Bidang Komersial, Sigit Kumala kepada detikOto, di Jakarta.
Ekonomi biaya yang terjadi selama ini, kata Sigit, antara lain biaya transportasi dan logistik, sistem perpajakan yang kerap redundant, dan lain-lain. Tingginya biaya transportasi dan logistik itu dikarenakan infrastruktur yang tidak memadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memang bisa membuka pasar ekspor baru seperti di Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, serta Eropa. Namun, lagi-lagi, persoalan harga akibat ekonomi biaya tinggi tetap akan menjadi persoalan.
Tahun ini, AISI mematok target ekspor sebanyak 156 ribu unit motor atau naik 1% dibanding tahun lalu. Jumlah target ekspor itu setara dengan 2% dari total produksi motor tahun ini yang sebanyak 7,8 juta unit.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter