Ajeng Raviando, seorang psikolog mengatakan, sebagai panutan anak, orangtua harus lebih bijak lagi memberikan izin. Sebab, anak di bawah umur masih memiliki emosi yang agresif.
"Misalnya, teman-temannya bilang, 'ayo kebut-kebutan', nah dia jadi terpancing," kata Ajeng saat dihubungi detikOto, Kamis (23/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi orangtua mikirnya kendaraan umum itu lebih bahaya. Makanya mereka lebih memberikan motor ke anaknya. Karena kan beli motor itu kan gampang ya," kata Ajeng.
Semantara itu, usia remaja memang belum memiliki kapasitas mengendarai motor. Sebab, kata Ajeng, saat di jalan, kemampuan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat sangat diperlukan jika terjadi kecelakaan. Pemikiran itulah yang belum dimiliki anak SMP.
"Sementara di jalan kan kecelakaan bisa datang kapan saja. Anak SMP belum bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Pengelolaan emosi mereka belum terkendali," kata Ajeng.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk