"Kenaikan PPnBM dari 75 menjadi 125 persen. Ini tentu juga menjadi pertimbangan bagi konsumen," tutur Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti, saat ditemui di DDS Yamaha Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (29/09/2014).
Sementara, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, bakal mempengaruhi agen pemegang merek. Soalnya motor gede ini diimpor dalam bentuk utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, General Manager Promosi Yamaha Indonesia menyebut, meski ceruk pasar moge masih relatif kecil namun nilainya cukup besar. Maklum, harga satu unit moge bernilai ratusan juta rupiah.
"Saat ini, potential buyer motor 500 cc ke atas bertambah, karena membaiknya perekonomian," ucapnya.
Mereka tak hanya di pulau Jawa saja tetapi juga luar Jawa. Termasuk para pebisnis di sektor pertambangan dan perkebunan. Terlebih, dua pasar komoditas dari dua sektor tersebut di luar negeri terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?