"Tidak mungkin Triumph akan dibanderol Rp 100 jutaan, kalau Triumph ada harga segitu saya tidak mau, dan saya tidak akan mau menjualnya juga," kata Direktur Diler Triumph 3S Gerai Motor Terpadu Pejaten Barat, Tito Sulistio.
Karena menurut dirinya Triumph sudah memiliki kelas atas tersendiri, dengan bergaya British dan kental dengan sejarah panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi dirinya sangat setuju, jika Triumph melahirkan motor yang lebih kecil yang pas untuk ukuran orang Indonesia. Tanpa mengurangi kapasitas mesin, ketangguhan, desain terbaik dan tidak mengurangi harga jual.
"Tapi membuat motor yang lebih kecil, Saya setuju. Tanpa merubah posisinya sebagai kendaraan kelas atas, sebagai kendaraan life style yang bisa menjadi gaya hidup," tambahnya.
(lth/ikh)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Beredar Info Razia Pajak Kendaraan di Tol, Ini Fakta di Baliknya