Alasan pertama tak lain adalah karena sisi legendaris dari merek ini. Karena Indian merupakan pelopor industri roda dua di Amerika Serikat ketika lahir di 1901 silam dan menjadi merek motor pertama asal Amerika Serikat alias 'The First American Motorcycle.' Merek Indian lebih tua dibanding merek motor besar Amerika yang banyak beredar di Indonesia sekarang.
"Ini adalah merek legendaris. Pelopor industri roda dua Amerika dan banyak menyabet juara balap di era 1920an," kata Manager Marketing PT Arya Motor Indonesia T. A. Suharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pasar Indonesia, ada 5 model yang akan mereka perkenalkan baik tipe Touring, Bagger hingga Cruiser yakni Indian Chief Classic, Indian Chief Vintage, Indian Chieftain, Indian Roadmaster dan Indian Scout.
"4 model akan kita perkenalkan resmi di 14 September nanti. Sementara Indian Scout yang baru saja diperkenalkan Agustus lalu di Amerika Serikat, mungkin baru bisa masuk di Oktober nanti," katanya.
Untuk empat model pertama, Indian akan memperkuatnya dengan mesin THUNDERSTROKE 111 yang berkapasitas 1.811 cc. Sedangkan untuk Scout mesinnya berkapasitas 69 cubic inch atau setara 1200 cc.
Indian Scout, lanjut Denny, akan menjadi model termurah dengan banderol sekitar Rp 400 jutaan, off the road. Indian Chief Classic akan berharga sekitar Rp 700 jutaan.
"Indian Chief Vintage juga ada di kelas Rp 700 jutaan, Indian Chieftain di kelas 800 Rp jutaan. Indian Roadmaster nanti saya beritahu di 14 September ya," lugasnya.
Sebagai langkah persiapan menyambut respon positif dari calon konsumen, PT AMI sudah menyiapkan Flagship Store, di Jalan fatmawati Raya no.16 Jakarta Selatan dengan luas 2.000 meter persegi.
Di lokasi tersebut PT AMI melakukan pengadaan stock motor, spare parts, dan aksesori yang bisa langsung dipesan. Rencananya, gedung ini akan menjadi markas baru PT. AMI yang juga merangkap sebagai showroom, service station, penjualan aksesori, pusat suku cadang, hingga tempat nongkrong para pemilik motor dari berbagai komunitas dari komunitas motor kecil hingga komunitas motor besar.
Indian menurut Denny akan memberi pelayanan prima pada para konsumennya. Suku cadang juga sudah mulai disiapkan sehingga tidak ada ketakutan lagi bagi konsumen ketika hendak membeli merek ini.
"Sudah banyak yang bertanya, dan saya rasa peminatnya di Indonesia cukup banyak ya," tuntas Denny.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini