Hal ini menindaklanjuti kepedulian Yayasan Wahanaartha yang menyatakan siap membekali mantan buruh kuali dengan pengetahuan teknik sepeda motor pada Mei silam.
Pada Senin (11/8/2014), sebanyak 11 mantan buruh kuali yang menjadi korban perbudakan mulai mengikuti Technical Training Level 1 (TTL 1) yang digelar di Training Center, Main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) di Jatake Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah TTL 1, Yayasan WahanaArtha juga turut memberikan kesempatan magang diberbagai Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) milik WahanaArtha Ritelindo (WARI) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan Tangerang.
"Melihat masih panjangnya perjalanan hidup mantan buruh kuali yang sempat mendapatkan perlakuan kekerasan di tempat bekerja dahulu. Yayasan kami terpanggil untuk memberikan bantuan khususnya di bidang pendidikan. Selain menyelengarakan TTL 1 dan kesempatan magang, pada 3 hingga 9 September mendatang kami akan melengkapinya dengan TTL 2," papar ketua Yayasan WahanaArtha, Andrea Soekamto dalam siaran pers, Senin (11/8/2014).
Pemulihan nasib korban buruh pabrik kuali ini terselenggara atas campur tangan berbagai pihak seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang didukung penuh oleh Yayasan WahanaArtha dan WMS.
Syamsul Munir perwakilan dari Kontras menyambut positif tindakan pemulihan para korban buruh tersebut dengan pembekalan materi teknis seperti ini.
"Jika yang lain masih berencana, namun Yayasan WahanaArtha dan Wahana langsung bertindak nyata," papar Syamsul.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan