"Yamaha R25 merupakan Baby M1, dengan menjanjikan performa terbaik dan sangat nyaman untuk dikendarai. Karena Yamaha R25 menggabungkan Fastest, Lightest dan Advanced. Sehingga menjadikan R25 menjadi motor 'superbike yang bisa anda pakai sehari-hari," kata Divisi Service and Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Fajar Perdana di Jakarta.
Mesin R25 melahirkan kekuatan yang sangat besar di kelasnya yakni 26.5 kW atau 36 PS di 12.000 rpm.
Angka tersebut sangat besar dan bisa dibilang sebagai power terbesar yang dimiliki oleh motor sport full-fairing bermesin 250 cc di Indonesia.
Sebab, CBR250R saja hanya memiliki kekuatan 29 PS di rpm 9.000 sementara Ninja 250 bisa menampilkan power 32 PS di 11.000 rpm.
Sementara penguasa pasar motor sport full-fairing bermesin 250 cc di Indonesia, Ninja 250 hanya memiliki kekuatan 32 PS yang bisa di dapat di rpm 11.000.
Tidak hanya power, torsi R25 juga lebih besar dari lawan-lawannya. Berbekal torsi 22,6 di 10.000 rpm, di atas kertas R25 lebih dominan dibanding Ninja 250 yang hanya memiliki torsi 21 Nm pada 10.000 rpm dan CBR250R yang memiliki torsi 23 Nm di 7.500 rpm.
Fajar menambahkan, mesin Yamaha R25 juga memiliki teknologi superbike, yang mampu menghasilkan tenaga terbaik. Nah mau tahu apa saja, yuk kita simak jeroan mesin terbaik Yamaha R25 yang satu ini.
|
|
1. Intake Manifold
|
|
Selanjuanya Throttle body yang dimiliki Yamaha R25 kini berukuran lebih besar mencapai 32 mm. Sehingga suplai udara di dalam mesin akan lebih optimal.
Yamaha R25 juga dilengkapi dengan 12 hole Injector, sehingga bahan bakar akan disuplai dari 12 hole injector, jadinya partikel bahan bakar yang disemprotkan ke mesin akan lebih halus.
1. Intake Manifold
|
|
Selanjuanya Throttle body yang dimiliki Yamaha R25 kini berukuran lebih besar mencapai 32 mm. Sehingga suplai udara di dalam mesin akan lebih optimal.
Yamaha R25 juga dilengkapi dengan 12 hole Injector, sehingga bahan bakar akan disuplai dari 12 hole injector, jadinya partikel bahan bakar yang disemprotkan ke mesin akan lebih halus.
2. Valve System
|
|
Sehingga tanpa RockerArm, camshaft intake dan exhaust terpisah membuat gerakan valve menjadi lebih responsif. Dan ini membuat R25 bisa memiliki RPM mesin yang sangat tinggi.
Selanjutnya Narrow Valve angle atau sudut valve begitu kecil, sehingga bisa menghasilkan rasio kompresi mesin tinggi mencapai 11,6 banding 1.
2. Valve System
|
|
Sehingga tanpa RockerArm, camshaft intake dan exhaust terpisah membuat gerakan valve menjadi lebih responsif. Dan ini membuat R25 bisa memiliki RPM mesin yang sangat tinggi.
Selanjutnya Narrow Valve angle atau sudut valve begitu kecil, sehingga bisa menghasilkan rasio kompresi mesin tinggi mencapai 11,6 banding 1.
3. Ruang Bakar
|
|
3. Ruang Bakar
|
|
4. Crankshaft 180 derajat
|
|
Pada mesin dengan tipe 180 derajat seperti Yamaha R25, walaupun hanya bersilinder jamak, mesin ini hanya membutuhkan satu poros balancer (1-Shaft Balancer). Sehingga mesin akan lebih kompak dan ringan.
Terakhir mesin dengan tenaga besar seperti Yamaha R25, sangat membutuhkan connecting rods yang kuat. Sehingga Yamaha R25 mengadopsi Heat Treatment Carburized dan Quenching, untuk mewujudkannya.
4. Crankshaft 180 derajat
|
|
Pada mesin dengan tipe 180 derajat seperti Yamaha R25, walaupun hanya bersilinder jamak, mesin ini hanya membutuhkan satu poros balancer (1-Shaft Balancer). Sehingga mesin akan lebih kompak dan ringan.
Terakhir mesin dengan tenaga besar seperti Yamaha R25, sangat membutuhkan connecting rods yang kuat. Sehingga Yamaha R25 mengadopsi Heat Treatment Carburized dan Quenching, untuk mewujudkannya.
5. Upper Lower Crankcase
|
|
Crankcase yang dimiliki Yamaha R25, memiliki desain terpisah secara vertikal (atas dan kebawah).
Dan R25 juga mengadopsi deep-bottom oil pan, dimana teknologi ni diadopsi layaknya teknologi MotoGP, dimana oli dihisap dari posisi yang sangat rendah. Sehingga bisa mencegah 'air bubble' atau udara yang masuk ke dalam.
5. Upper Lower Crankcase
|
|
Crankcase yang dimiliki Yamaha R25, memiliki desain terpisah secara vertikal (atas dan kebawah).
Dan R25 juga mengadopsi deep-bottom oil pan, dimana teknologi ni diadopsi layaknya teknologi MotoGP, dimana oli dihisap dari posisi yang sangat rendah. Sehingga bisa mencegah 'air bubble' atau udara yang masuk ke dalam.
6. Transmisi 6 speed dan sistem injeksi
|
|
FI sistem Yamaha R25 semuanya memakai sensor, dan yang berperan mengaturnya ialah ECU.
Dan sensor-sensor seperti TPS (Throttle Position Sensor), IAPS (Intake air Presseure sensor), IATS (Intake air temperature sensor), Crankshaft position sensor, coolant temperatur sensor, oksigen sensor, lean angle sensor, speed sensor, speed sensor, oil pressure switch, semuanya diatur oleh ECU yang dimiliki R25.
Begitu juga dengan Actuator group, seperti ISC (Idle Speed Control), Fuel Pump, injector, Ignition Coil juga diatur oleh ECU.
6. Transmisi 6 speed dan sistem injeksi
|
|
FI sistem Yamaha R25 semuanya memakai sensor, dan yang berperan mengaturnya ialah ECU.
Dan sensor-sensor seperti TPS (Throttle Position Sensor), IAPS (Intake air Presseure sensor), IATS (Intake air temperature sensor), Crankshaft position sensor, coolant temperatur sensor, oksigen sensor, lean angle sensor, speed sensor, speed sensor, oil pressure switch, semuanya diatur oleh ECU yang dimiliki R25.
Begitu juga dengan Actuator group, seperti ISC (Idle Speed Control), Fuel Pump, injector, Ignition Coil juga diatur oleh ECU.
Halaman 2 dari 14












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya