Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan kalau investasi di industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat yang menandakan bahwa iklim usaha di Indonesia sudah semakin baik.
"Indonesia, saat ini bahkan telah mampu menempatkan diri sebagai produsen sepeda motor ke-3 terbesar di dunia setelah China dan India. Produksi sepeda motor tahun 2013 telah mencapai sekitar 7,7 juta unit," katanya di Cikarang saat meresmikan pabrik Kawasaki di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014).
Lebih detail, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memaparkan kalau nilai ekspor sepeda motor dan komponennya pada tahun 2013 sudah mencapai US$ 564,42 juta yang terdiri dari ekspor sepeda motor sebesar US$ 126,44 juta dan ekspor komponen sebesar US$ 437,98 juta.
Selama periode 2009-2013, nilai ekspor sepeda motor dan komponen mengalami tren peningkatan yang positif.
Negara tujuan utama ekspor sepeda motor dan komponen produksi Indonesia sebagian besar adalah negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura (30,22%), Filipina (15,50%), Thailand (11,53%), Malaysia (10,24%) dan Vietnam (8,10%).
Tidak hanya itu, produksi Indonesia juga diekspor ke Jepang dengan persentase 5,83% dari total ekspor sepeda motor dan komponen Indonesia pada tahun 2013.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata mengatakan ekspor motor dan mobil memiliki kesulitan yang berbeda. Bila saat ini industri mobil mengekspor 16 persen dari total produksi, target ekspor 30 persen dari total produksi lebih murah dicapai dibanding sepeda motor.
"Sebab tidak semua pasar (negara) memiliki fasilitas produksi. Beda dengan motor, hampir semua pasar punya fasilitas, jadi sangat beda," jelasnya.
Diakui Gunadi, saat ini ekspor motor dari Indonesia hanya 1 persen saja dari produksi, maksimal untuk tahun ini bisa ditingkatkan hanya sampai 2 persen saja.
"Amerika Selatan, Afrika, Eropa Timur merupakan pasar potensial. Fokus kita di industri sepeda motor sekarang sebenarnya adalah bagaimana menjaga pasar agar tidak dimasuki produk impor," lugas Gunadi.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu