Chief Engineer of Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd Indonesia Representative Office, Kenichiro Ikeda mengatakan sebelum memastikan penyimpanan tempat charger di dalam bagasi, pihaknya terlebih dulu sudah melakukan survei.
"Untuk posisi charger yang berada di dalam bagasi sebelumnya kami sudah melakukan survei keputusan ini salah satunya dari permintaan konsumen. Mereka mengatakan agar lebih aman dari pencurian dan hal yang lainnya," ujar Ikeda di sela-sela acara peluncuran Supra X 125 FI di JCC, Jakarta, Rabu (26/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pengecasan tidak masalah, sedang berkendara sambil dicas tidak masalah. Untuk posisi casan dekat dengan tangki bahan bakar juga tidak masalah," lugasnya.
Sementara untuk akinya itu sendiri, Ikeda menambahkan konsumen tidak perlu khawatir karena saat sedang mengecas akinya juga akan mengisi sendiri.
"Untuk kapasitasnya 12 watt, jadi untuk ngecas seperti iPhone cuma 5 watt, sisa wattnya masih banyak jadi tidak usah khawatir," tuntasnya.
Honda bukan produsen motor pertama yang menyediakan alat pengisian baterai telepon. Selama ini motor India, TVS sudah sejak lama memiliki fitur pengisian baterai telepon.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?