"Memang dari dulu di sini (Aceh) biasanya keluarga yang mau beli motor harus bisa dipakai setiap anggota keluarga. Jadi tidak sembarangan. Anak muda boleh beli motor asal modelnya seizin orangtuanya," kata Marketing Division Head Capella Dinamik Nusantara main dealer Honda wilayah Aceh, Riau Kepulauan dan Riau Daratan, Johnny Chandra.
Namun lanjut Johnny kebiasaan itu sudah mulai terkikis. Lambat laun anak muda di sana mulai bebas memilih kuda besi kesayangannya.
"Tapi sekarang kebiasaan orang tua mengatur itu sudah mulai hilang. Sekarang anak muda bisa mulai memilih," ujarnya.
Kebebasan ini pada akhirnya bisa terlihat dengan mulai berkembangnya volume penjualan motor sport di Aceh meski masih sangat kecil.
"Pasar motor sport di Aceh sangat tumbuh karena itu ini menjadi suatu momen yang baik. Kontribusi 13 persen dari total penjualan motor Honda tahun lalu atau 10.895 unit," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk