Marketing Division Head Capella Dinamik Nusantara main dealer Honda wilayah Aceh, Riau Kepulauan dan Riau Daratan, Johnny Chandra mengatakan angka tersebut dicapai Honda pada Januari 2014.
"Penjualan kita terus naik. Di Aceh saja pada bulan Januari market share-nya sebesar 71 persen," kata Johnny kepada detikOto di sela-sela Ekspedisi Nusantara 'Satu hati' 2014 di Sabang, Jumat (21/2/2014).
Menurut Johnny motor matik menyumbang penjualan sekitar di atas 70 persen. Infrastruktur yang baik di Aceh menambah keyakinan masyarakat untuk membeli motor. Setelah motor matik, disusul motor bebek dan motor sport.
"Matik penyumbang terbesar di atas 70 persen. Di Aceh karena kondisi jalan di mulus, dan tidak ada lubang. Infrastruktur di Aceh lumayan baik," ucapnya.
Diakuinya pasar motor Honda di Aceh akan terus naik mengingat banyak motor baru yang akan diluncurkan Honda. Dengan demikian maka permintaan motor Honda akan terus meningkat.
Honda memang sudah identik dengan motor di Aceh. Bahkan masyarakat sana menyebut motor dengan istilah Honda karena saking populernya nama Honda.
Seperti terlihat di foto, pinggir jalan di daerah Banda Aceh, tukang tambal ban pun menamai usahanya dengan 'Tempel ban Honda dan Mobil', bukan tambal ban motor dan mobil.
"Kata tempel itu juga berarti tambal untuk di Aceh," jelas Otolovers, Arif Priyo Susanto.
Bagi orang Aceh, apapun merek motornya, mereka akan tetap menyebut dengan Honda.
Marketing Planning and Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra mengakui hal yang unik tersebut. "Honda tidak boleh lengah, itu merupakan modal brand equity yang dibangun bertahun-tahun," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin