Dari Honda untuk Disabilitas

Dari Honda untuk Disabilitas

- detikOto
Minggu, 08 Des 2013 15:05 WIB
Dari Honda untuk Disabilitas
Bandung - Di final battle Honda Otocontest (HOCS) 2013 ternyata tidak hanya menampilkan modifikasi motor roda dua semata.

Ajang yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat ini juga menampilkan modifikasi motor roda tiga untuk penyandang disabilitas (orang cacat) dalam rangka menyambut Hari Internasional Penyandang cacat (Hipenca) 2013.

Asyiknya motor 3 roda ini ikut serta dalam kontes modifikasi terbesar Honda tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikOto, ada 4 unit Honda Spacy yang telah dimodifikasi dan akan didonasikan untuk Pusat Riset Disabliity di Jakarta. Donasi ini sendiri merupakan bentuk kepedulian PT Honda Astra Motor (AHM) dan main diler Honda PT Daya Adicipta Mustika (DAM) terhadap penyandang cacat.

"Donasi ini kami berikan untuk membantu membantu penyandang disabilitas. Dengan harapan mereka bisa beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami cukup peduli dengan penyandang disabilitas," kata GM Sales and Marketing PT DAM, Lerri Gunawan di sela-sela acara HOSC di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2013).

Lerri Gunawan menambahkan pihaknya memberikan kesempatan pada 4 rumah modifikasi dalam kegiatan Corporate Sosial Responsibilty tersebut. Keempat modifikator ini ditantang untuk menghasilkan motor 3 roda yang mampu menunjang penyandang disabilitas. Keempat rumah modifikasi tersebut yaitu F1at Concept Bike, Mr Modification Custom Bike, Motorpop Company dan Modif Bad'TheGonk.

"Jadi ada 4 modifikator yang kita berikan untuk membawa konsep motor disabilitas. Harus tetap mengandung safety, dialy use dan aman digunakan disabilitas," ucap Lerri.

Dan yang beruntung adalah rumah modifikasi Motorpop Company asal Cimahi, Jabar. Punggawanya Gery Turga mengatakan lama pengerjaan motor 3 roda ini cuma 1 bulan dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan.

"Desain selama 2 hari, pengerjaan 1 bulan. Pengerjaan yang penting motor tetap stabil dan tegak lurus. Pengerjaan mengubah arm dan berusaha menjaga motor agar tetap kompak. Mesin, panjang sumbu roda dan ground clearance tetap orisinil. Dan berusaha untuk menciptakan eye catching karena menyesuaikan tema," Gery.

Sementara itu, Pusat Kajian Disabilitas, dan Perlindungan Anak, dari Universitas Indonesia, Prof. Irwanto, Ph.D berterima kasih dengan kegiatan Honda kali ini. Meski hanya sebuah modifikasi motor 3 roda, namun begitu besar makna yang telah diberikan untuk disabilitas.

"Kami cukup sedang dengan adanya acara ini. Ini sangat bermakna untuk kami. Memang kami sering disebut sebagai penyadang cacat, tapi jangan sebut kami seperti itu, sebut saja kami penyadang disabilitas. Kami juga memiliki komunitas desain, dan kami berharap ke depan kami bisa memodifikasi motor untuk kami sendiri," tutup Irwanto.

(ikh/syu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads