5 Perilaku Pengendara Motor yang Jangan Ditiru

Serba 5 Ultah detikOto

5 Perilaku Pengendara Motor yang Jangan Ditiru

Aditya Maulana - detikOto
Kamis, 24 Okt 2013 15:32 WIB
5 Perilaku Pengendara Motor yang Jangan Ditiru
Jakarta - Populasi sepeda motor di Indonesia jumlahnya begitu banyak, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan kota-kota lainnya.

Saking banyaknya sepeda motor di jalan, kondisi lalu lintas pun kadang jadi tidak teratur dan tertib. Banyak rambu-rambu lalu lintas yang dilanggar oleh para pengendara sepeda motor terutama di Jakarta.

Bahkan, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira pernah menuturkan kalau perilaku orang berkendara di Jakarta beda dengan di wilayah di Indonesia lainnya. Di Jakarta perilaku berkendaranya masih kurang baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, mau tau apa saja 5 perilaku pengendara sepeda motor yang selalu melanggar aturan lalu lintas?

Menerobos Lampu Merah

Perilaku yang kurang baik yang sering dilakukan pengendara sepeda motor di Jakarta adalah menerobos lampu merah. Ketika rambu lalu lintas (lampu merah) masih merah tapi banyak pengendara yang mencoba menerobosnya.

Apalagi lampu merah itu begitu lama atau bisa sampai 150 detik, sudah pasti kalau keadaan di sekitarnya diyakini si pengendara tidak ada kendaraan lain yang melintas, maka pengendara itu akan mencoba menerobosnya.

Hal itu dilakukan entah pengendara sepeda motor itu lagi buru-buru atau merasa tidak sabar menunggu sampai lampu hijau menyala. Yang jelas perilaku seperti ini sering sekali ditemukan di Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Naik ke Trotoar

Perilaku buruk selanjutnya yang sering dilakukan oleh pengeara sepeda motor di Jakarta adalah menaiki trotoar. Jadi jika kondisi jalanan sudah macet maka pengendara motor itu akan menjelajah trotoar bagai pejalan kaki.

Kejadian seperti ini sering kali ditemukan di beberapa titik di Jakarta yang sering dilanda kemacetan. Biasanya terjadi pada saat pagi hari hingga sore hari.

Hal ini dilakukan mungkin pengendara sepeda motor itu sudah tidak sabar atau lagi ingin cepat-cepat sampai ke tujuannya masing-masing.

Masuk ke Jalur Busway

Perilaku ketiga yang sering dilakukan pengendara baik mobil ataupun motor adalah masuk jalur busway. Ini juga sering dilakukan karena kondisi di jalan itu sedang macet dan mereka ingin cepat.

Lihat saja hampir setiap pagi dan sore hari sepeda motor banyak yang masuk ke jalur busway. Memang hanya di beberapa titik saja, seperti di jalur busway yang berada di jalan Mampang, Salemba Raya dan beberapa titik lainnya.

Meski petugas busway dan petugas kepolisian sering melakukan razia kendaraan yang masuk jalur busway, mereka tidak pernah jera dan keesokan harinya dilakukan lagi.

Lawan Arus Jalan

Perilaku yang juga sering dilakukan pengendara sepeda motor adalah melawan arus jalan. Hal itu dilakukan karena untuk memotong jalan agar lebih dekat ke tempat tujuan atau tempat putaran balik dimana ia akan memutar balik arah.

Padahal perilaku ini dapat membahayakan dirinya sendiri, jika sedang sial maka mereka celaka karena bisa terjadi tabrakan dari kendaraan yang ada di depannya.

Meski demikian, pengendara sepeda motor itu masih saja bandel. Pihak kepolisian sudah mengimbaunya tapi mereka tidak mempan diberi imbauan.

Melewati Garis Pembatas Lampu Merah

Tak kalah seringnya dengan keempat perilaku buruk d iatas, pengendara sepeda motor di Jakarta atau kota-kota lain juga sering melewati garis pembatas yang ada di lampu merah.

Terkadang ketika berada di lampu merah, banyak motor yang berada diluar atau melewati garis tersebut. Adanya garis itu sepertinya tidak diindahkan oleh pengendara sepeda motor.

Parahnya lagi meski ada polisi di depannya, pengendara motor itu tetap cuek melewati garis tersebut dan polisi itu juga terkadang tidak menegur perilaku pengendara yang sudah melanggar rambu-rambu lalu lintas.
Halaman 2 dari 6
(ady/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads