Penjualan Honda CBR250R dan CS-1 Melempem

Penjualan Honda CBR250R dan CS-1 Melempem

Syubhan Akib - detikOto
Minggu, 18 Agu 2013 11:35 WIB
Penjualan Honda CBR250R dan CS-1 Melempem
Jakarta -

Awan kelabu sedang menaungi dua model motor Honda di Indonesia. Honda CBR250R tidak mencatatkan angka penjualan, begitu juga motor crossover pertama di Indonesia, CS-1.

Bulan Juli lalu penjualan motor secara keseluruhan di Indonesia telah mencetak rekor tertinggi di 2013 ini setelah 704.019 motor terjual.

Berkat hasil itu, total dari Januari sampai Juli sudah ada 4.643.844 motor yang terjual di nusantara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Honda mendominasi penjualan tersebut. Di Juli, ada 415.653 motor Honda yang terjual dengan total 2.782.070 motor atau 59,91 persen dari seluruh motor yang terjual di Indonesia.

Namun, euforia Honda itu sedikit terganggu bila melihat penjualan dua modelnya, CS-1 dan CBR250R. Di Juli, kedua model itu tidak mencetak angka penjualan 1 unit pun.

Untuk CBR250R baik yang dilengkapi dengan ABS atau tidak, sudah mencetak angka 0 unit sejak Juni. Terakhir kali Honda mencatatkan penjualan model ini di data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia adalah bulan Mei silam. Itu pun hanya 98 unit.

Nasib Honda CS-1 lebih tragis lagi. Selama tujuh bulan di 2013 hanya 6 unit CS-1 yang bisa dijual Honda. Itupun dilakukan pada Januari.

Dengan begitu dalam rentang Februari-Juli tidak ada sama sekali CS-1 yang dijual Honda.

Honda sendiri melepas CS-1 dengan harga Rp 17,3 juta. Sedangkan untuk CBR250R dilepas dalam rentang Rp 45 jutaan sampai Rp 53,25 jutaan.

"Kalau untuk CS-1 kita memang belum distribusikan lagi karena stok di pasar masih banyak, kita habisin itu dulu," aku Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya.

"Sementara kalau CBR250R ada permasalahan di administrasi, ada perubahan kode-kode. Agak sulit kalau kita paksa masuk karena nanti bermasalah dengan pembuatan surat-surat karena ada beberapa daerah yang agak ribet bila kode berbeda dengan yang lama. Jadi daripada pembuatan STNK sulit, jadi kita lebih memilih untuk menyelesaikan masalah administrasi ini," ujar Margono.

"Masalah ini dari Juni, makanya 2 bulan terakhir distribusinya mentok. Kemungkinan September baru lancar," lugasnya.

(syu/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads