"Masyarakat saat ini sudah berkompetisi di jalanan untuk selamat. Dan instruktur itu contoh. Dan kalau ada yang melanggar mereka akan dipindahkan bagian, karena mereka itu contoh untuk berkendara dengan mengutamakan safety riding," kata Chief Instruktur Safety Riding PT AHM, Anggono Iriawan, di Astra Honda Safety Riding Instructors Competition, di Mataram Lombok, NTB.
Selanjutnya Anggono juga mengingatkan, bahwa Honda telah melakukan pembelajaran tentang safety riding mulai dari kelas paling dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah menengah atas atau kejuaruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lomba safety riding kali ini, Honda menggunakan motor CB150R StreetFire sebagai motor yang harus dikuasai para instruktur dan komunitas Honda.
"Tipe motor Honda memang banyak, dan secara khusus tingkat kesulitan itu terletak pada tipe sport. Terlebih saat ini kami belum lama memperkenalkan varian CB150R, oleh sebab itu kami memilih untuk menggunakan CB150R, sehingga kalau sudah lancar ini akan menjadi lebih mudah untuk menggunakan tipe lainnya," kata Anggono.
Lalu apakah penggunaan CB150R bakal mempengaruhi pemenang untuk bisa berlaga di ajang Safty Riding Internasional di Jepang?
"Sebenarnya pada dasarnya setiap instruktur telah memiliki skill berkendara dengan menggunakan setiap jenis tipe. Tapi memang di Jepang sendiri itu ada beberapa kelas, saya saja pernah berkompetisi dikelas 750cc, tapi itu sudah tidak ada," katanya.
"Sehingga jika untuk kompetisi di Jepang (untuk pemenang safety riding Honda 2013), maka kami akan melakukan pelatihan dengan menyesuaikan tipe kendaraannya nanti," tambahnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer