Banyaknya helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ternyata tidak selamanya membuat produsen membuat helm yang aman. Ada saja produsen nakal yang menurunkan spek dari yang seharusnya. Dan inilah trik yang biasa mereka lakukan.
Sekjen Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Johanes Cokrodiharjo memaparkan kalau helm dengan SNI bajakan cukup mudah ditemui di toko yang bertebaran di seluruh Indonesia.
Tapi menurutnya, kata yang lebih tepat bukan bajakan, tapi tidak sesuai spesifikasi. "Masih banyak yang nakal. Misalnya saja waktu kirim ke lab untuk dites SNI mereka kirim helm dengan spek A, tapi pas dijual spek C," katanya kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal standar keamanan yang sudah ditetapkan pemerintah melalui SNI menurutnya sudah bagus dan mampu mengurangi resiko cedera kepala pada kecelakaan.
"Kalau kita di AIHI selalu menghimbau anggota untuk jujur dan tidak menurunkan spek. Karena kami menganggap industri ini harus dijaga bersama-sama. Namun, merek yang beredar diluar kan banyak sekali dan banyak juga yang tidak masuk AIHI," jelasnya.
Johanes sendiri memaparkan kalau total produksi helm yang dibukukan anggota-anggota AIHI di 2012 lalu mencapai 14,5 juta helm atau naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan