Pada tahun fiskal 2012 yang berakhir 31 Maret 2013 silam Suzuki tercatat rugi hingga 11,9 miliar yen atau sekitar Rp 1,1 triliun.
Angka kerugian yang dialami oleh produsen motor berlambang huruf 'S' ini pun tercatat meningkat bila dibanding tahun fiskal sebelumnya yang hanya 2,4 miliar yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan motor Suzuki pun menurun. Pada tahun fiskal 2012 lalu Suzuki hanya mampu melepas 2.312.000 motor, turun 10,7 persen dibanding tahun fiskal 2011 yang mencapai 2.589.000 motor.
Hampir di semua wilayah Suzuki mengalami penurunan penjualan. Di Amerika Utara Suzuki penjualannya turun 8,8 persen. Sementara di Asia turun 8,6 persen, 3 persen di Jepang dan 28,7 persen di Eropa.
Namun, Suzuki nampaknya masih memiliki semangat untuk bangkit. Pada tahun fiskal 2013 yang akan berakhir di 31 Maret 2014 mendatang, Suzuki memproyeksi pendapatan mereka akan naik sebagai efek positif dari restrukturisasi bisnis sepeda motor mereka di Asia serta Amerika.
Suzuki meramalkan kalau mereka akan mengalami peningkatan penjualan motor hingga 16,3 persen menjadi 2.679.000 motor di tahun fiskal 2013.
Dan meski divisi sepeda motor sedang sekarat, secara keseluruhan, termasuk divisi roda empat dan mesin perahu, Suzuki berhasil meningkatkan laba mereka menjadi 80,4 miliar yen dengan laba bersih mencapai 53,9 miliar.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?