Otolovers Sri Sutanti membagi pengalamannya menggunakan jas hujan. Tanti yang merupakan karyawati ini memiliki bayi berusia 5 bulan.
"Saya berdomisili di Bogor. Setiap hari saya berangkat ke kantor mengendarai kendaraan bermotor. Waktu yang ditempuh kurang lebih satu jam. Jika kondisi hujan, waktu yang saya tempuh bisa lebih lama lagi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan saya memilih jas hujan ponco yaitu yang pertama, bagasi motor saya hanya cukup untuk menyimpan jas hujan model ini. Kedua, bisa menutupi barang bawaan saya yang biasa saya kaitkan di bagian sayap kendaraan. Jas hujan yang saya kenakan waktu itu tidak saya kancingkan bagian sampingnya supaya bisa menutupi tas yang berisi ASIP (Air Susu Ibu hasil Perah) yang saya kaitkan di bagian sayap kendaraan," ujarnya.
Namun apa yang terjadi? Di tengah jalan, jas hujannya tersambar motor lain yang melaju sangat kencang dari arah berlawanan, kemudian sobek di samping.
"Alhamdulillah saya masih bisa seimbang mengendarai motor saya waktu itu, sehingga saya tidak terjatuh," ujarnya.
Mengetahui jas hujan sobek Tanti langsung menepi, untuk merapikan jas hujannya. "Sepanjang jalan jantung ini berdegup kencang mengingat kejadian yang saya alami. Akhirnya di sisa perjalanan menuju rumah, saya melaju dengan sangat pelan dan waspada, supaya aman di jalan, dan selamat sampai rumah," jelasnya.
"Sejak kejadian ini, suami saya akhirnya membelikan motor baru yang memiliki bagasi sangat besar, agar tas ASIP bisa masuk ke dalam bagasi. Dan tentunya juga jas hujan 2 pieces, meski belum dibelikan, tapi sudah ada rencana untuk ke sana. Harapan kami berdua tentunya bisa berkendara dengan aman, baik dalam cuaca hujan maupun cerah," ujarnya.
Semoga cepat bisa dibeli ya jasnya Bu!
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi